Rabu, 16 Mei 2012

Jalan-Jalan Bali 2012 : Bali Timur -Culture Bag 2

Obyek wisata menarik selanjutnya adalah dua istana air yang dimiliki oleh Kerajaan Karangasem.

1. Taman Ujung Sukasada
Akrab dengan tempat dan orang ini di TV? 


Yap, inilah "Bale Kapal" yang merupakan pintu masuk ke Taman Ujung Sukasada. Selain Bale Kapal, masih ada beberapa Bale lain, antara lain, Bale Gili yang merupakan bangunan utama, Bale Bundar, Bale Lunjuk,  dan Bale Kambang.

Bale Gili
Taman super cantik ini terletak hampir di ujung timur pulau Bali, berjarak 5km dari kota Amlapura, ibukota kabupaten Karangasem. Taman ini dibangun oleh Raja Karangasem, I Gusti Bagus Djelantik. Taman ini dahulu berfungsi sebagai tempat peristirahatan raja dan tempat untuk menjamu tamu-tamu penting kerajaan Karangasem. Pembuatannya melibatkan arsitek Belanda yaitu, van Den Hentz dan arsitek Cina, Loto Ang. Jadilah sebuah taman dengan perpaduan arsitektur Bali, Cina dan Eropa. Ditambah pemandangan Gunung Agung di sebelah utara, dan lautan Bali di selatan, rugi rasanya jika ke Bali Timur tanpa mampir ke Taman Ujung Sukasada. Tiket masuk ke taman ini murah meriah, hanya 5 ribu/orang, free parking pula, ada tempat makan siang dengan menu mulai 15rb per porsi dan dekat dengan masjid, sedaaapppp.....

Ruangan Raja..entah kenapa tiba-tiba saya merinding ketika berada di ruangan ini...Hiiiiiii




2. Taman Tirta Gangga
Taman Tirta Gangga ini juga dibangun oleh Raja Karangasem, I Gusti Bagus Djelantik. Taman ini terletak di pinggir jalan raya menuju Amlapura. Taman ini tidak kalah cantiknya dengan Taman Ujung Sukasada. Istimewanya, di taman ini fasilitasnya lebih lengkap lagi. Pengunjung bisa berenang di mata air yang super jernih dan sejuk karena taman ini lebih dekat dengan pegunungan daripada Taman ujung Sukasada. Ada pula aneka tempat makan, penginapan, toko-toko.




Sebagian besar taman ini berisi kolam dengan berbagai ukuran, beberapa merupakan kolam ikan, pancuran, maupun kolam dengan pijakan yang bisa digunakan untuk bermain-main. Tiket masuknya saya lupa, antara 5 atau 10 ribu. Bedanya, tempat ini sudah lebih komersial dari Taman Ujung Sukasada.







Lets Jump!

Setelah sekian lama, akhirnya saya punya foto lompat-lompatan juga, meski tetep ga pede karena ga bisa lompat tinggi :D

Lompat endel.... apakah bisa disebut lompat? ;p

Lompat Outbond
Lompat rusuh

Dan berikutnya adalah foto lompat favorit saya, right time, right place and right partner ;)

Kamis, 03 Mei 2012

(sok) Sibuk di bulan April

Sungguh, bulan April ini bikin badan saya remuk redam. Perjalanan dari timur ke barat, dari minggu ke minggu, dari yang terencana sampai yang mendadak, senang tentu saja, ada sedihnya pula karena banyak rutinitas yang terabaikan, termasuk pak Bos alias suami yang manyun karena sering sendirian :D
Baiknya, saya jadi bisa mengukur ketahanan badan untuk berwara-wiri. Ternyata tubuh ini sudah banyak batasnya, sesuai dengan usia :D Ini pula yang bikin cerbung Bali nya masih sampai part I *alesan*
Ini ceritanya, sekaligus pamer poto-poto ;p 

Minggu I , Employee Gathering, Bali
Seandainya tahu kalau EG bakal di Bali, tentu saya tak kesana untuk menghabiskan jatah cuti tahunan. Apa mau dikata, setelah semua liburan pribadi fix, baru ada wacana EG tahun ini ke Bali :(( jadilah saya ke Bali 2 bulan berturut-turut. Bosan? tentu tidak, kan gratisan :D

Minggu II, Yogyakarta
Mendadak saya ditugaskan menggantikan teman untuk ikut workshop. Setelah tahu bahwa workshopnya nggak bakal serius^_^ dengan senang hati dong berangkat ;)  Misi saya ke Jogja, pengen mengulang bakmi jawanya Pak Rebo yang sungguh menggoda iman, tapi ternyata wisata kuliner malah berbelok ke lotek, Jejamuran, angkringan Lik Man sama warung es Eny. Jejamuran adalah resto yang mengkhususkan masakan olahan jamur. Menurut saya, yang recomended disini sate jamur (tidak pedas), jamur goreng tepung dan rendang jamur. Masakan jamur lainnya macam jamur tumis lombok ijo, tongseng, jamur bakar sebenarnya enak tapi lumayan pedas.


Di warung es Eny, tersedia berbagai es dengan nama yg unik-unik. Ada es kemesraan, es tersanjung, es hatimu hatiku, es lautan salju, es suka-suka, es seger tenan. Tapi begitu dateng, eh ternyata yang datang macem es buah, es agar-agar hehehe.... Recomended nyobain es duriannya, kombinasi dari buah durian utuh, tape ketan hijau sama kelapa muda.
Es Kemesraan
Kenyang...kenyang...kenyang

Minggu III, Jakarta
Ini perjalanan yang sudah jauuuuhhh hari kami rencanakan. Suami amat sangat ngidam bertemu John Petrucci, dkk... tidak bisa ditawar lagi! Belom tentu pula, Dream Theater bakal manggung lagi disini, mengingat personilnya yang sudah cukup tuwir :D Saya yang hanya berfungsi sebagai penunjuk jalan (pak Bos suka ga hapal jalan *sigh) memilih menghabiskan uang jatah tiket DT untuk ditukar aneka women stuff di mall hehehe....

Sekalian karena kami di Jakarta, mampir jalan-jalan ke Ancol. Karena anggaran terbatas, cukuplah kami masuk ke Seaworld saja :D


ada satu lagi kesibukan saya di kantor minggu ketiga ini, apa tuh? Kartinian ;p 



Minggu IV, Jombang
Minggu terakhir saatnya menunaikan tugas mulia keluarga. Adek sepupu saya akan menikah tanggal 3 Mei. Karena bertepatan dengan hari kerja, maka saya dan suami memilih minggu terakhir di bulan April ini pulang ke kampung halaman Mama saya untuk "rewang" alias bantu-bantu. Mulai mengambil suvenir, mengantar Eyang Uti, beresin piring, beresin makanan *baca : icip2 kesana kemari* :D saking sibuknya icip2 dan mengurus para krucil yang suka heboh, jadilah lupa ambil foto :(

Ini ceritaku, mana ceritamu? ^_^

Selasa, 17 April 2012

Jalan-Jalan Bali 2012 : Bali Timur - Culture bag I

Bosan merasakan sumpek dan macetnya Bali Selatan dan Tengah? Markibur (mari kita berlibur) ke Bali Timur yuk! Ada beberapa pilihan wisata yang tidak kalah bagus dan menariknya dibanding Bali bagian lainnya. Pilihan pertama adalah wisata budaya.

1. Pura Goa Lawah, Klungkung
Pura Goa Lawah berlokasi di Kecamatan Dawan, Klungkung dan berada dipinggir  jalan arteri antara kota Semarapura- ibukota Kab.Klungkung, kearah timur menuju kota Amlapura- ibukota Kab.Karangasem. Jarak Pura Goa Lawah dari Denpasar sekitar 49 KM. Tiket masuk ke Pura Rp.10.000,- per orang.
Daya tarik utama pura ini adalah sebuah gua yang dihuni oleh ribuan kelelawar. Kelelawar ini dapat dilihat pengunjung dari tepi gua karena bentuk gua yang bermulut lebar. Konon, gua kelelawar ini tembus sampai Pura Besakih yang ada di Gunung Agung. Pura Goa Lawah ini merupakan salah satu dari Sad Kahyangan atau Sad Kahyangan Jagad, yaitu enam pura utama yang menurut kepercayaan masyarakat Bali merupakan sendi-sendi pulau Bali.


Goa Lawah
Di seberang Pura ini terbentang pantai pasir hitam yang cukup jernih.Sayangnya, cukup banyak sampah yang berasal dari warung-warung yang terletak di pinggir pantai.

Pantai depan Pura Goa Lawah
2. Desa  Adat Tenganan 
Desa ini terletak 10 km utara pantai Candidasa atau 70 km dari Denpasar. Desa Tenganan adalah salah satu desa Bali Aga yaitu, desa yang masih mempertahankan aturan tradisional adat desa yang diwariskan nenek moyang mereka. Warga desa harus mematuhi aturan tradisional yang ada, apabila melanggar, mereka akan diasingkan di suatu tempat diluar desa dan dilarang bertemu keluarganya. Setiap warga desa yang menikah akan diberi tanah desa sebesar 10m2. Bentuk, ukuran dan tata letak rumah sudah ditentukan oleh pemimpin desa. Rumah adat Tenganan dibangun dari campuran batu merah, batu sungai, dan tanah. Sementara atapnya terbuat dari tumpukan daun rumbi.
Mata pencaharian penduduk Desa Tenganan adalah bertani dan membuat aneka kerajinan. Kerajinan yang terkenal dari Desa Tenganan antara lain, aneka ukiran di atas bambu dan daun lontar yang dibakar, serta kain gringsing. Kain gringsing merupakan kain yang ditenun dengan teknik dobel ikat. Kain ini sendiri berfungsi sebagai penolak bala atau pengobatan bagi warga yang sakit. Desa Tenganan menganut prinsip sosial artinya setiap pendapatan yang diperoleh akan dikumpulkan oleh perangkat desa dan dibagi rata kepada seluruh warganya


Ketika mengunjungi desa ini, kita bebas untuk berkunjung ke rumah-rumah warga yang juga banyak berfungsi sebagai toko souvenir. Meski dinamakan desa adat, tetapi kendaraan bermotor dan berbagai peralatan elektronik sudah jamak digunakan di desa ini. Untuk masuk desa, kita cukup memberikan sumbangan sukarela di pos masuk desa.

Senin, 02 April 2012

Jalan-Jalan Bali 2012 : Akomodasi

Minimal setahun sekali saya berusaha meliburkan diri bersama suami. Biasanya sekalian menghabiskan jatah cuti tahunan tahun lalu yang tersisa. Tahun ini, saya sedikit bingung menentukan destinasi. Ada sih yang diinginkan, tapi out of budget. Setelah mencari tiket promo, paling murah nemunya ke Bali. Yaaahh, Bali lagi dehhh.... 
Tak apalah, cumaaa kali ini harus ada destinasi baru, sekalian memenuhi keinginan 2 tahun lalu untuk menginap di Ubud. Setelah browsing kesana-kemari, akhirnya diputuskan Bali bagian Timur yang menjadi destinasi kami. 

Flight
Kali ini kami mendapatkan tiket setengah promo dari AirAsia, karena memang nggak niat berburu tiket yang super promo. Nggak murah-murah amat, 700rb PP untuk 2 orang. Setelah dibandingkan, untuk berbagai destinasi (yang in budget) di berbagai airlines, yang paling murah ya AA ini.
Penginapan
Liburan kali ini, kami menghabiskan 4 hari 4 malam di Bali. 2 Malam kami menginap di Ubud, 2 malam nya menginap di Kuta. Pilihan penginapan di Ubud adalah Tegalsari Accomodation. Tegalsari ini pemenang Travellers Choice nya Trip Advisor tahun 2010,2011, dan 2012. Kamar yang kami pilih, Superior dengan rate 330rb per malam include PPN. Untuk Kuta, kami mencoba Tune Hotel. Dapet rate nya 350rb per malam include AC dan toiletres. Review hotel di next post yaaa....;)
Transportation
Untuk Bali Timur, kami sengaja memilih full day tour di wisatabali.com. Harga paketnya 500rb untuk 2 orang include mobil, driver,bbm. Senangnya lagi, kami dapet driver muslim, jadi ga bingung cari tempat sholat dan makan halal. Untuk di Ubud dan Kuta, kami berkeliling naik sepeda motor. Untuk perjalanan dari Ubud ke Kuta, kami menggunakan shuttle bus dari Perama.com seharga 50rb per orang.

Biaya Akomodasi Bali untuk 2 orang 4 hari 4 malam:
Flight                       : Rp.  783.000,-
PP rmh-bandara        : Rp.  200.000,-
Penginapan Ubud      : Rp.   660.000,-
Penginapan Kuta       : Rp.   700.000,-
Paket mobil + tip     : Rp.   550.000,-
Sepeda motor          : Rp.     80.000,-
Shuttle Bus Ubud-Kuta: Rp.   100.000,-
Total                       : Rp. 3.073.000,- (belum termasuk biaya makan dan oleh-oleh)
Ga murah sih emang, tapi ini kan setengah hunimun, jadi bukan backpacker-an :D